Macam-macam Potensi Penggunaan Open Data

Salah satu unsur penting dalam ekosistem open data adalah tim pengelola data. Dalam hal ini, tidak hanya pengelola portal seperti satulayanan.net dan data.id saja yang berperan. Para pengembang juga sangat diharapkan ikut berpartisipasi untuk membuat layanan atau aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Misalnya Andhika Nugraha, mahasiswa S1 Teknik Informatika ITB, yang membuat situs benangmerah.net. Ia memanfaatkan API dari portal data.id untuk menggabungkan macam-macam data dari berbagai sumber. Dari situs ini, ia baru mengetahui bahwa populasi paling miskin di Indonesia justru berada di salah satu wilayah di Kabupaten Bogor yang dekat dari ibukota.
Sementara itu, Prasetyo Andy Wicaksono pernah mengembangkan aplikasi APBD yang menjuarai kompetisi #HACKJAK dan mendapat kesempatan berdialog dengan Wagub DKI (saat itu), Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). “Karena salah satu concern terbesar Ahok adalah transparansi pemerintahan dan perbaikan birokrasi, saya melihat inisiatif open data disambut dengan sangat baik oleh Pemprov DKI,” ungkapnya.
Prasetyo berharap pemerintah daerah bersedia membuka lebih banyak lagi data yang berkaitan dengan kepentingan publik. Contohnya data profil pemadam kebakaran dan daftar kejadian kebakaran di Jakarta. Bila dipadukan, kedua data ini mungkin bisa memetakan daerah mana yang rawan kebakaran, mengukur kesiapan antisipasi pemadam bila ada kejadian, dan mengevaluasi lokasi stasiun pemadam yang bisa ditingkatkan performanya berdasarkan angka yang jelas dan terelaborasi dengan baik sesuai konteks.
Contoh lain manfaat open data dalam bayangan Prasetyo adalah aplikasi untuk memonitor kinerja anggota DPR/DPRD. Di aplikasi ini, bisa ditampilkan pemetaan setiap anggota legislatif tentang sikapnya terhadap isu tertentu yang sedang dibahas di parlemen. Walhasil, kontrol publik akan lebih tajam. Hal ini pasti tidak disukai oleh anggota legislatif. Tapi, demi transparansi pemerintahan, hal ini diperlukan.
Pemikiran lain disumbangkan Ainun Najib (pengembang situs KawalPemilu.org). Jika data-datanya tersedia, ia ingin melakukan pemetaan sumber daya nasional, termasuk sumber daya manusia maupun sumber daya alam. “Rancangan ini bahkan sudah disampaikan kepada pemerintahan baru (Presiden Joko Widodo) melalui tim transisi; sebuah konsep arsitektur sistem informasi nasional yang kami sebut Master Data Sumber Daya Nasional,” ujarnya.
Untuk mewujudkan rencananya itu, Ainun mengharapkan keberadaan arsitektur sistem informasi nasional yang berbasis Master Data. Di bagian atasnya, ada common/shared services atau API yang dapat digunakan oleh para pengembang. “Karena yang sangat kurang dari sistem TI negara kita saat ini adalah orkestrasi sistem informasi secara holistik,” pungkasnya.

Source: infokomputer.com
Oldest